Kenangan bersama BOBODOR di Banyu Asih…….(Pandeglang Banten)
Ini adalah cerita yang tidak akan terlupakan dalam hidupku disaat kami menempuh semester akhir, Universitas kami mengikut sertakan aku dan teman-temanku dari berbagai jurusan ke dalam KKN (Kuliah Kerja Nyata). dengan bangga kami diikut sertakan untuk membantu pembangunan Desa tertinggal di daerah pandeglang Banten Jawa Barat ,dengan menempuh perjalanan kira-kira 5 jam dari jakarta,Bis Hiba tanpa AC melaju membawa kami ke tempat tujuan, melalui jalanan berbatu dan terjal akhirnya bis tersebut berhenti di suatu tempat sampailah kita pikirku, ternyata kami hanya transit sementara di tempat tersebut yang kita sebut sebagai pos pertama di pos pertama tersebut kami berganti kendaraan dari bis menjadi truk, truk berwarna hijau dengan ban yang besar dan kokoh siap mengantar kami ke tempat tujuan, kembali lagi kami menempuh perjalanan panjang dan melelahkan diiringi senda gurau teman-teman karena jalanan yang berbatu dan penuh lubang membuat truk selalu berguncang hebat alhasil beberapa teman lelaki berdiri sigap memegang dan menahan barang-barang bawaan kami agar tidak jatuh menimpa kami ,kebayangkan kalo kita kejatuhan koper,kasur tidur,dan peralatan berat lainnya bisa benjol-benjol kita hehehehe , tak terasa 2 jam berlalu rumput ilalang tak terawat menjadi pemandangan kami begitu sepi dan sunyi hanya truk kami yang melintas di jalan tersebut aku bagaikan pejuang yang akan bertempur di medan perang dan batinku berkata”bagaimana dimalam hari yah? siang menjelang sore saja sudah begini suasananya menyeramkan…”
akhirnya setelah penuh penantian sampailah aku di tempat yang aku sebut Banyu Asih, yang ternyata adalah sebuah perkampungan nelayan tidak begitu luas dan sedikit terisolasi hmm…cukup menarik ,dengan segala sesuatunya yang begitu sederhana dan penduduk yang sangat ramah dan sedikit penasaran dengan adanya para Mahasiswa yang akan tinggal di desa mereka.aku tinggal di rumah penduduk yang ya..bisa dibilang dia cukup berada diantara yang lainnya ditandai dengan usahanya mempunyai warung klontong yang menjual kebutuhan sehari-hari tapi jangan bayangkan dengan warung sembako, ini hanya sebuah warung alakadarnya dan dia mempunyai mobil bak terbuka dengan ciri khas sticker berwarna Pink menyala dengan tulisan “BOBODOR”sehingga kita biasa menyebut mobil colt L-300 itu dengan sebutan si BOBODOR.
Hari pertama kami mulai merancang program kerja untuk membantu Desa Banyu Asih ini dari mulai penyuluhan Hukum sampai bagaimana cara membuka lapangan kerja bagi mereka dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar mereka. setelah kelelahan menyusun program kerja, Pak RT menghidangkan kami makan malam yang sederhana tapi uenaknya minta ampun ikan asin ,lalapan dan sambel terasi makanan favoritku hehehe lalu kami mulai siap-siap beristirahat dan dengan berbagai wejangan dari penduduk sekitar untuk mematuhi peraturan mereka maksimal jam 9 malem kita berada diluar rumah selebihnya kita sudah harus berada di dalam rumah walaupun keluar tidak boleh sendirian,di desa Banyu Asih memang belum ada listrik jadi hanya rumah tertentu yang menggunakan diesel untuk penerangan kebayangkan serem dan gelapnya minta ampun senter dan lampu petromak menjadi barang yang sangat dibutuhkan dari pada handphone (secara sinyal aja ga ada..hehehe) .akhirnya kami melepas lelah di atas matras yang kami bawa dengan sayup-sayup terdengar desiran ombak dipantai seakan menjadi nyanyian untuk mengantar kami tidur.
pagi menjelang kami cepat-cepat balapan menuju kamar mandi karena tidak mau tertinggal untuk sarapan pagi, namun pada saat aku dan dan temanku menciduk air untuk mencuci muka kami berdua tertegun saling pandang ‘kok ada Ikan dalam bak kamar mandi ya?”hihihihi….ternyata ikan tersebut untuk memakan jentik-jentik nyamuk,kalo aku dengan santai mandi dengan air dalam bak yang telah bercampur dengan ikan, kan kita harus beradaptasi walau agak amis-amis dikit hehehehe…tapi temanku mengurungkan niat untuk mandi akhirnya dia bersusah payah menimba air untuk dirinya.(dasar orang kota kataku dalam hati)
kami mulai berkeliling melihat desa tersebut ditemani anak-anak desa setempat, kami bermain ke pantai dan mencari kerang dan langkah demi langkah ku menyisiri pantai mendadak terkejut ku bukan main begitu indahnya pemandangan pantai di Banyu Asih tetapi menyedihkan karena ditengah daerah terisolasi terdapat lapangan GOLF disertai landasan helicopter dan ternyata penduduk desa sekitar bekerja di lapangan golf untuk mencabuti rumput liar lapangan golf tersebut sungguh ironis hati kecilku miris melihatnya,Lapangan Golf tersebut sudah jarang digunakan karena terlihat tidak terawat lagi lapangan golf tersebut tidak dibuka untuk umum untuk kalangan tertentu saja ,siapa yang punya ya? kataku dalam hati pastilah orang yang mempunyai banyak uang dan senang memanjakan dirinya dengan segala sesuatu yang bersifat prestige.
Aku bertugas mengajar di SD setempat satu-satunya sekolah di desa tersebut SD yang alakadarnya, tapi setidaknya lebih bagus dari SD Muhamadiyah di dalam film laskar pelangi karena tempatnya terbatas terkadang kelas 3 dan 4 kelasnya digabung menjadi satu sedikit aneh yah …tapi bagaimana lagi…kondisi yang menyedihkan untuk dunia pendidikan,mereka banyak bertelanjang kaki datang ke sekolah dan banyak tidak menggunakan seragam sekolah tapi terpancar di mata mereka kecerdasan yang luar biasa dimana mereka dengan cepat menyerap ilmu yang aku ajarkan.Aku mengajar bahasa Inggris banyak spontanitas terjadi , kelucuan dan sekaligus keluguan mereka yang buat aku merasa rindu bertemu mereka lagi.
Malam tlah tiba tepat pukul 8 malam aku dan teman-temanku berkumpul dengan warga setempat berlokasi di sekolah dasar tempatku mengajar karena di desa tersebut tidak mempunyai balai pertemuan jadi dengan diterangi lampu petromak kami memberikan penyuluhan hukum.kita membahas tentang perkawinan dimana suami istri dianggap sah apabila pernikahan mereka tercatat di catatan sipil yang legalitasnya ditandai dengan adanya buku surat nikah,pada saat seputar tanya jawab kami terkejut mendengar pernyataan para penduduk desa,mereka berkata bahwa selama ini mereka tidak mempunyai surat nikah,padahal mereka telah memberikan sejumlah uang kepada pihak yang mereka percaya untuk memproses buku surat nikah mereka tapi nyatanya sampai saat ini buku surat nikah tak kunjung datang malang benar nasib mereka ya ..sehingga di desa tersebut selintas semua penduduknya seperti nikah siri apabila mereka bercerai hanya ditandai dengan tidak serumahnya mereka dengan istri mereka benar-benar mudah disana nikah dan cerai tanpa landasan hukum yang jelas yang tercantum dalam UU perkawinan.sehabis melakukan penyuluhan dilanjutkan makan malam dan acara bebas langsung saja aku membuat usulan untuk melakukan permainan,yang kalah akan dikenakan hukuman yaitu dicoret dengan bedak kebayang kan muka kita jadi kayak badut lenong semua hahaha karena tidak ada yang selamat dari hukuman.karena aku selalu kreatif mempunyai ide-ide ygang lucu untuk meramaikan suasana oleh karena itu aku mempunyai julukan si jaja (raja jayus) akhirnya semua teman-temanku memanggilku si jaja dan melekat sampai saat ini hehehehe

hari demi hari kami lewati dengan suka dan duka membangun sarana air bersih,membuat pembuangan kotoran,Toilet umum,membuat kerajinan tangan dan menjadi guru paruh waktu semua hanya sebagian dari kegiatan kami selama 2 minggu kami disana selebihnya seperti liburan setelah ujian akhir semester.tapi sayangnya aku harus kembali ke jakarta untuk mengikuti ujian semester perbaikan,sebenarnya aku tak ingin tapi demi meraih nilai yang lebih baik lagi yah terpaksa aku kembali ke jakarta, dengan satu orang temanku aku kembali menempuh perjalanan panjang dari Banyu Asih ke Jakarta dengan menumpang si Bobodor hehehe aku duduk paling depan dan Bobodor melaju kencang (seng ngada lawan!!!) ternyata Bobodor adalah satu-satunya alat angkut untuk mengambil sembako di kota untuk dijualkembali didesa mereka.aku dan Bobodor menempuh perjalanan sampai ke pos pertama dan aku dioper untuk naik truk tentara lagi menuju Jakarta. Jakarta here I’am…….!!!
Ujian telah selesai capenya bukan kepalang dan terbayang aku harus kembali lagi ke Banyu Asih menempuh rute yang panjang dan melelahkan tapi semua itu bukan halangan karena tugasku disana belum selesai ditambah kangennya aku dengan teman-teman disana membuatku ingin cepat kembali ke sana lagi-lagi dengan truk tentara kami berangkat malam hari dari kampus bersama beberapa orang teman yang sama-sama usai mengikuti semester perbaikan dan pada pukul 3 dini hari kami sampai di desa tempat kelompok mahasiswa lain ditempatkan kami terpaksa menginap disana karena tidak memungkinkan kami melanjutkan perjalanan karena desa kami letaknya paling jauh diantara desa yang lain.
Keesokan harinya aku dan temanku bergegas untuk melanjutkan perjalanan kami hanya diantar sampai pos pertama,karena tidak ada truk dan kendaraan lain sehingga tet…teretettttttt..aku naik ojek…aduhhh ga ada ojek becek ..kata cinta laura …tapi untungnya aku pas ada ojek dan ga becek hehehe….dengan membayar Rp.30.000,- aku diantar ojek ke tempat tujuan hampir 2 jam ku tempuh perjalanan dengan ojek kebayang kan pegelnya ditambah jalanan berbatu dan berlubang membuat ban ojek jadi gundul dan terkadang suka slip,untung supir ojeknya jago banget dengan jurus-jurus ala pemain sirkus dengan sigap bisa menghindari kemungkinan untuk terjatuh.
huh…akhirnya sampailah aku kembali ke Desa Banyu Asih tercinta disambut teman-teman yang sedang asik bercengkrama dengan penduduk desa setempat,dan ternyata saat aku kembali ke jakarta teman-temanku berenang di suatu tempat yang indah ,letaknya tidak jauh dari desa tersebut mereka bercerita dengan serunya menuju perjalanan dengan mengendarai Bobodor kebayang gak siy anak-anak sebanyak itu diangkut mobil bak terbuka kayak mau pawai partai aja hehhehe…tapi aku sedikit kecewa karena tidak bisa melewati moment istimewa tersebut bersama teman-temanku,besok malamnya akan diadakan pesta perpisahan karena tanpa terasa kami sudah 2 minggu berada disana ,kita berpesta pora bernyanyi sambil memakan hidangan laut dan tidak lupa kambing guling mmmm…yummy besok aku kembali ke jakarta kembali lagi dengan hiruk pikuknya kota.aku pasti rindu Banyu Asih dan tiada lagi acara melihat bintang yang bertabur dilangit di pinggir pantai aku pasti akan merindukannya merindukan Desa Banyu Asih tercinta .



KKN…biasanya awal-2 kita gak krasan, tapi lama-2 asyik juga ya???
Apalagi kalo…..mmmhh….Kalo…..
Kalo apa ya?
hehehe
iya kerasan tapi kalo kelamaan kita jadi orang yang kuper ketinggalan jaman wong tempatnya terisolasi teknologi ga nyampe hehehe
wah asik nih jalan2nya…
memang sekarang banyak tempat2 natural yang berubah fungsi karena keserakahan orang2 berduit, lain halnya jika landasan helikopter tersebut diperuntukkan bagi bobodor…..
Halo Jaja…Halo Jaja…he..he..Btw, Membaca postingannya saya serasa ikutan kesana. Kapan-kapan ajak saya ya…he..he..
Btw Tempatnya ok juga tuw…..buat foto2 mantab juga, salam fotografi aja deh….; p dimana tuh tempat?
huaaa… selanjutna aku yang akan KUMITT k banyu asih..
bingung ny mo ngapz?? Hikz
angkatan 2005 y? knal icha dunk yah?
wah kamu beruntung disana asik dan dijamin kamu ga bakal lupain semua moment2 disana icha gw ga kenal tuh:),mungkin gw angkatan tua hehehe
tapi ga ngaruh kalo bawa HP karena signal ga ada.dan jgn lupa naik bobodor dan kalau beruntung pulangnya dapet pisang sekerdus buat dibawa pulang oleh2 dari pak RT heheh jadi ingin lagi ke Banyuasih
kamu bisa lihat pemandangan yg indah,penduduk yang ramah dan bisa lihat pantai dengan bintang yang indah dimalam hari